Humor October

Siapa yang Bayar?

Seorang laki-laki terkena serangan jantung yang serius dan harus menjalani operasi by pass. Dia dirawat oleh para suster (biarawati) di Rumah Sakit Katholik. Ketika ia sembuh, seorang biarawati menanyainya bagaimana ia akan membayar perawatan itu. Ia ditanya apakah memiliki asuransi kesehatan. Dia menjawab, "Tak memiliki asuransi kesehatan". Suster itu melanjutkan menanya apakah ia memiliki uang di bank. Ia menjawab, "Tak ada uang di bank." Suster bertanya, "Apakah kamu ada famili yang bisa menolong kamu?"
Ia menjawab ia hanya mempunyai satu saudara perempuan yang tidak kawin yang menjadi biarawati.
Suster itu agak tersinggung dan berkata keras bahwa, "Biarawati bukannya tidak kawin. Mereka kawin dengan Tuhan!"
Pasien itu menjawab, "Kirim kwitansinya ke ipar saya."
Seorang cendekiawan dan tukang perahu

Seorang cendekiawan menumpang sebuah perahu di suatu danau. Ia bertanya pada tukang perahu, "Eh sahabat, pernahkan Anda mempelajari matematika?"
"Tidak."
"Sayang sekali, berarti Anda telah kehilangan seperempat kehidupan Anda. Atau barangkali Anda pernah mempelajari ilmu filsafat?"
"Itu juga tidak."
"Dua kali sayang, berarti Anda kehilangan lagi seperempat dari kehidupan Anda. Bagaimana dengan sejarah?"
"Tidak juga."
"Artinya seperempat lagi kehidupan Anda telah hilang."
Tiba-tiba angin bertiup kencang dan terjadi badai. Danau yang tadinya tenang menjadi bergelombang dan perahu pun oleng. Cendekiawan itu pucat ketakutan. Dengan tenang tukang perahu itu bertanya, "Apakah Anda pernah belajar berenang?"
"Tidak."
"Sayang sekali, berarti Anda akan kehilangan seluruh kehidupan Anda."

Cerdik atau rakus?

Seorang wanita yang merasa jenuh di rumah, pergi ke suatu tempat wisata. Pada suatu sore ia berjalan-jalan di tepi pantai dan ia menemukan sebuah botol yang tersumbat. Wanita itu membuka sumbat tombol dan keluarlah asap dari mulut botol dan berdirilah suatu jin dihadapannya . Jin itu berkata bahwa karena wanita itu telah menolongnya keluar dari botol maka ia boleh mengajukan tiga permintaan. Syaratnya, bila setiap permintaan di kabulkan maka suaminya yang berada jauh di rumah juga akan menerima hal yang sama dua kali lebih banyak. Wanita itu setuju.
“Nah ajukanlah permintaanmu”, kata jin.
“Pertama saya meminta uang sebanyak sejuta dolar, “ kata wanita itu.
Dan bum, di depannya langsung tersedia uang sejumlah sejuta dolar, dan suaminya yang berada di rumah pun tiba-tiba kebingungan menerima dua juta dolar. Wanita itu sangat takjub.
“Permintaan saya kedua adalah permata dan perhiasan sebanyak satu peti”, katanya.
Seketika itu juga permintaan wanita itu dipenuhi, dan suaminya yang tak tahu apa-apa menerima dua peti perhiasan.
“Nah sekarang ajukanlah permintaanmu yang terakhir”, kata jin.
“Tetapi benarkah suamiku di rumah telah menerima dua kali lebih banyak daripada yang kuterima ini?” tanya wanita itu.
“Tentu saja”, jawab jin.
“Kalau begitu permintaan terakhirku adalah, sekarang sakitilah aku hingga setengah mati.”

Bagaimana kalau ia tidak di sorga?

Seorang wanita Kristen sering melakukan perjalanan untuk keperluan bisnisnya. Tetapi setiap kali terbang ia selalu gelisah hingga ia selalu membawa Alkitab untuk dibacanya agar dapat menenangkan diri. Suatu ketika ia duduk di sebelah seorang laki-laki. Laki-laki itu bertanya “Apakah Anda benar-benar percaya pada apa yang tertulis di situ?”
Perempuan itu menjawab, “Tentu saja. Ini adalah Alkitab.”
Laki-laki itu berkata, “Lalu bagaimana dengan Yunus yang ditelan oleh ikan paus?”
Perempuan itu menjawab, “Oh, Yunus. Ya saya percaya itu, bukankah itu diceritakan dalam Alkitab.”
Laki-laki itu bertanya, “Dapatkah Anda menjelaskan, bagaimana ia dapat selamat berada di perut ikan paus selama tiga hari?”
Perempuan itu berkata, “Oh itu saya tidak tahu. Saya kira bila kelak saya masuk sorga, saya akan menanyakannya.”
“Bagaimana kalau ia tidak di sorga?”, tanya laki-laki itu dengan sinis.
“Kalau begitu Anda saja yang menanyakannya.”

Khotbah tentang dosa kebohongan

Pengkhotbah memberitahu pada jemaatnya, “Minggu depan saya merencanakan untuk berkhotbah tentang dosa kebohongan. Untuk membantu Anda memahaminya, saya ingin Anda semua membaca Markus pasal 17."
Pada Minggu berikutnya, ketika bersiap menyampaikan khotbahnya, ia berkata, “Saya ingin tahu berapa banyak di antara Anda telah membaca Markus 17.”
Semua orang mengacungkan jarinya. Pengkhotbah itu tersenyum dan berkata, “Markus hanya memiliki 16 pasal. Sekarang saya akan memulai khotbah saya tentang dosa kebohongan.”

Bukannya tak tertarik

Selesai kebaktian seorang wanita dengan tersipu-sipu menghadap pendeta, “Pak pendeta, saya mohon maaf karena ketika tadi bapak berkhotbah, suami saya telah berjalan keluar. Saya harap bapak tidak beranggapan dia tak tertarik pada khotbah bapak, tetapi ia memang suka berjalan kalau sedang tidur.”

Apakah Anda Kristen?

Sikecil Johny sedang berjalan-jalan di tepi pantai dan ia melihat seorang wanita sedang duduk santai di pasir di bawah payung. Ia berjalan menuju ke wanita itu seraya bertanya, “Apakah Anda Kristen?”
“Ya.” Jawabnya.
”Apakah Anda membaca Alkitab setiap hari?”
Wanita itu menganggukkan kepala, “Ya.”
”Apakah Anda sering berdoa?” tanya Johny, dan sekali lagi wanita itu menjawab, “Ya.”
”Kalau begitu bolehkah saya titip uang saya karena saya akan berenang.”

Iman selalu menolong

Seorang guru sekolah minggu yang masih baru berusaha membuka lemari yang berisi perlengkapan mengajar. Ia sudah diberitahu nomor kombinasi untuk lemari itu, tetapi ia lupa. Akhirnya ia pergi ke kamar kerja pendeta untuk minta tolong. Pendeta itu datang ke ruang perlengkapan dan mencoba memutar nomor kombinasi. Setelah memutar dua nomor pertama pendeta tampak ragu-ragu. Akhirnya ia menengadah ke atas dan dengan khidmat mulutnya mengucapkan sesuatu. Kemudian ia kembali melihat ke kunci kombinasi dan tanpa ragu-ragu ia memutar nomor kombinasi dan membuka kuncinya.
Guru sekolah minggu itu sangat takjub, “Saya sangat mengagumi iman Anda pak.”
“Sebenarnya bukan apa-apa,” jawab pendeta itu, “Nomor itu saya tempel di langit-langit.”

Anggota Bala Tentara Allah

Suatu hari seorang teman saya datang ke gereja. Seperti biasa pendeta berdiri di depan pintu menyalami jemaatnya. Ketika menyalami teman saya itu pendeta menariknya ke samping.
Pendeta itu berkata padanya, “Anda perlu bergabung pada Bala Tentara Allah.”
Teman saya menjawab, “Tetapi saya sudah bergabung.”
Pendeta itu bertanya, “Bagaimana bisa, saya melihat Anda di gereja hanya pada waktu Natal dan Paskah.”
Teman saya berbisik, “Saya bekerja di dinas rahasianya pak.”

Pendeta muda yang gugup

Seorang pendeta muda yang gugup karena masih baru di gereja itu, dalam khotbahnya mengatakan, “Dan mereka pun memberi makan pada lima orang dengan lima ribu roti dan dua ribu ikan.” Seorang anggota jemaat menggumam, “Tak ada yang aneh, saya pun bisa.”
Menyadari kesalahannya, pada Minggu berikutnya pendeta itu mengulangi lagi kata-katanya, kali ini dengan benar, “Dan mereka pun memberi makan pada lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan.”
Dengan tersenyum pendeta itu bertanya, “Pak Perkins, apakah Anda bisa melakukannya?”
“Tentu saja saya bisa.” jawab yang ditanya.
”Bagaimana Anda melakukannya?”
“Dari yang tersisa Minggu yang lalu.”

Puji Tuhan (1)

Seorang petani membeli seekor kuda dari seorang pendeta. Pendeta itu mengatakan bahwa kudanya itu pintar dan mengerti dua kata yaitu "Puji Tuhan" untuk memacunya dan "Haleluya" untuk menghentikannya. Petani itu mencoba kudanya. Setiap kali ia berkata "Puji Tuhan" kudanya berlari makin kencang. Tiba-tiba di depannya menganga suatu jurang yang dalam. Petani tadi terkejut dan segera berteriak "Haleluya". Kuda itu segera berhenti tepat di bibir jurang. Petani tadi mengusap dada sambil berkata. "Syukur saya masih dilindungi. Puji Tuhan."

Puji Tuhan (2)

Nenek saya yang tinggal di Tucson, terkenal dengan ketaatan serta imannya yang kuat. Ia tak pernah bosan membicarakan tentang hal itu. Ia selalu keluar ke depan beranda dan mengucap syukur, “Puji Tuhan!”
Tetangga sebelahnya selalu berteriak balik, “Tuhan tak ada!”
Waktu itu nenek sangat miskin, maka untuk membuktikan kata-katanya tetangga itu membeli sekeranjang makanan dan menaruhnya di depan pintu.
Pada pagi harinya, nenek pergi ke beranda dan, setelah melihat keranjang makanan itu, ia mengucap syukur, “Puji Tuhan!”.
Tetangganya keluar dari balik pohon dan berkata, “Saya yang membeli makanan itu dan Tuhan tak ada.”
Nenek menjawab, “Terima kasih Tuhan, Engkau bukan saja telah mengirimkan makanan ini, tetapi juga telah membuat setan membayarnya.”

Pelajaran moral

Seorang ibu sedang menyiapkan pancake untuk anak-anaknya, Kevin, 5 tahun, dan Riyan, 3 tahun. Kedua anak itu mulai berdebat siapa yang mendapat pancake duluan. Ibu itu melihat kesempatan untuk memberikan pelajaran moral. “Bila Yesus duduk di sini, Ia akan berkata ‘Biarlah saudaraKu mendapat pancake yang pertama, Aku dapat menunggu.” Kevin menoleh ke adiknya dan berkata, “Ryan, jadilah seperti Yesus!”
 


| Halaman Depan  | Informasi GIKI | Sharing | Warta Jemaat  | Suara Sinode | Renungan | Album Foto | Kesaksian | Daftar E-mail | Links | Buku Tamu | Lain-lain |

© 2002 toindo.net200


 

 
 


Bagi yang mau mengirim renungan, kesaksian, pengumuman, pokok doa, atau apa saja yang bisa membangun kita semua, silahkan langsung email: adm@giki.org

Mailing list GIKI terbuka bagi siapa saja. Yang mau mendaftar silahkan email ke gerejagiki@
yahoogroups
.com

 

 

Pers