giki.com





 

Lain-lain  

Belajar dari Pengalaman Nuh
Peace
I Believe
Pencil Art of Jesus Christ  
Humor
Kata-kata Bijaksana
Harry Potter
Jangan Pernah Putus Asa
Humor Kita Minggu Ini
Show me Thy way  Show
Jujur dengan Allah
Humor October
How "Merry Christmas" is said
He Knows

Kata-kata Bijaksana

Salt, when dissolved in water, may disappear,
but it does not cease to exist.
We can be sure of its presence by tasting the water.
Likewise, the indwelling Christ, though unseen,
will be made evident to others from the love which he imparts to us.
Sadhu Sundar Singh
(Garam, ketika dilarutkan dalam air, mungkin ia tidak kelihatan, tetapi ia
tetap ada. Kita dapat memastikan keberadaannya dengan mengecap air
tersebut. Begitu juga, berdiamnya Kristus dalam seseorang, meskipun tidak terlihat, namun dibuktikan melalui kasih kepada orang lain yang mengalir dari diri kita.
)

None can become fit for the future life,
who hath not practiced himself for it now.
St. Augustine
(Tidak ada seseorangpun yang layak untuk kehidupan di masa datang, bila tidak melatihnya sejak saat ini.)

We take nothing to the grave with us,
but a good or evil conscience...
It is true, terrors of conscience cast us down; and yet without terrors
of conscience we cannot be raised up again.
Samuel Rutherford
(Kita tidak membawa sesuatu apapun ke dalam kubur, kecuali hati nurani yang baik atau buruk .... Memang benar, teror terhadap hati nurani membuat kita tertunduk sedih, tetapi tanpa itu, kita ttidak bisa dibangkitkan kembali.)

The last and highest result of prayer is not the
securing of this or that gift, the avoiding of
this or that danger. The last and highest result
of prayer is the knowledge of God -- the
knowledge which is eternal life -- and by that
knowledge, the transformation of human
character, and of the world.
George John Blewett
(Hasil yang terakhir dan tertinggi dari sebuah doa bukanlah untuk
mendapatkan seuatu pemberian, bukan juga terhindarnya diri kita dari bahaya ini atau bahaya itu. Hasil yang terakhir dan tertinggi dari sebuah doa adalah pengenalan akan Allah -- suatu pengetahuan kehidupan kekal - dan melalui pengetahuan itu tabiat manusia dan dunia diubahkan.)

ke atas


Harry Potter
dikirim oleh Sera Fim

Ini saya kebagian lagi foward dari teman mengenai artikel harry potter, dan saya pengen bagi-bagi 

Traktat ini saya terima dari teman saya. Saya berusaha menterjemahkan traktat ini dengan harapan dapat membantu teman-teman yang mungkin enggan untuk membaca artikel dalam bahasa Inggris ataupun teman-teman yang tidak kurang  memiliki kemampuan berbahasa Inggris. Jika terjemahan ini terdapat kesalahan, harap teman-teman dapat memperbaikinya. Saya berharap traktat ini dapat disebar-luaskan agar seluruh bangsa dapat disadarkan dari  tipu muslihat iblis. Semoga menjadi berkat.

About Harry Potter 
Written by a former witch 

Tentang Harry Potter 
Ditulis oleh mantan penyihir

    I am writing this urgent message because I was once a witch. I lived by the stars as an astrologer and numerologist casting horoscopes and spells. I lived in the mysterious and shadowy realm of the occult. By means of spells and magic, I was able to invoke the powers of the "controlling unknown" and fly upon the night winds transcending the astral plane. Halloween was my favorite time of the year and I was intrigued and absorbed in the realm of Wiccan witchcraft.

    Saya menulis pesan penting ini karena saya dulunya adalah seorang penyihir. Saya hidup dari bintang-bintang sebagai seorang ahli nujum dan peramal horoskop dan mantera-mantera. Saya tinggal di dunia misterius dan bayangan sihir. Dengan menggunakan mantera dan magic, saya dapat meminta kekuatan dari penguasa yang tak dikenal dan terbang di malam hari melintasi pesawat angkasa. Halloween adalah waktu favorite setiap tahunnya dan saya tertarik dan terpikat dengan dunia sihir Wiccan.

    All of this was happening in the decade of the 1960's; when witchcraft was just starting to come out of the broom  closet. It was during that decade of the 1960's; in the year 1966, that a woman named J.K. Rowling was born. This is the woman who has captivated the world in this year of 2000 with four books known as the "Harry Potter Series." These books are orientational and instructional manuals of witchcraft woven into the format of entertainment. These four books by J.K. Rowling teach witchcraft! I know this because I was once very much a part of that world.

    Semua ini terjadi pada dekade tahun 1960-an, ketika sihir baru saja keluar dari lemari sapu. Sepanjang decade 1960-an, pada tahun 1966, seorang wanita yang bernama J.K. Rowling dilahirkan. Wanita ini telah memikat dunia di tahun 2000 dengan 4 buku yang dikenal dengan nama "Harry Potter  series". Buku-buku adalah orientasi dan petunjuk manual bagi penyihir, dikemas ke dalam bentuk hiburan. Keempat buku ini oleh J.K. Rowling ditujukan untuk mengajar sihir. Saya mengetahui hal ini karena saya pernah menjadi bagian dari dunia tersebut.

    Witchcraft was very different in the 1960's;. There were a lot fewer witches, and the craft was far more secretive. At the end of that spiritually troubled decade, I was  miraculously saved by the power of Jesus Christ and His saving blood. I was also delivered from every evil spirit that lived in me and was set free. However, as I began to attend fundamental Christian churches, I realized that even there witchcraft had left its mark. Pagan holidays and sabats were celebrated as "Christian holidays." As time went on, I watched the so-called "Christian" churches compromising and unifying. I also watched with amazement as teachings from Eastern religions and "New Age" doctrine began to captivate congregations. It was a satanic set-up, and I saw it coming. Illuministic conspirators were bringing forth a one-world religion with a cleverly concealed element of occultism interwoven in its teachings. In order to succeed in bringing witchcraft to the world and thus comp! lete satanic control, an entire generation would have to be induced and taught to think like witches, talk like witches, dress like witches, and act like witches. The occult songs of the 1960's; launched the Luciferian project of capturing the minds of an entire generation. In the song "Sound Of Silence" by Paul Simon and Art Garfunkel, we were told of seeds that were left while an entire generation was sleeping, and that the "vision that was planted in my brain still remains."

    Sihir sangat berbeda pada tahun 60-an. Jumlahnya sedikit dan hasil sihirnya sangat rahasia. Pada akhir dekade yang penuh masalah spiritual, saya secara ajaib diselamatkan oleh kuasa Yesus Kristus dan dan darah-Nya yang menyelamatkan. Saya juga dilepaskan dari setiap roh jahat yang tinggal di dalam saya. Ketika saya mulai menghadiri kebaktian-kebaktian gereja, saya menyadari bahwa di sana pun penyihir telah meniggalkan tandanya. Pagan holiday dan sabat dirayakan sebagai hari raya orang kristen. Dengan berjalannya waktu, saya menyaksikan gereja-gereja kristen berkompromi dan bersatu. Saya juga menyaksikan dengan kagum ajaran-ajaran agama timur dan doktrin "Zaman Baru" mulai memiliki jemaat. Semua itu didirikan oleh kuasa setan dan saya melihatnya (ajaran timur) datang. Penyebar ajaran tersebut membawa agama universal / agama yang berlaku di seluruh dunia (one-world religion) dengan element sihir tersembunyi di dalam ajaran-ajarannya secara cerdik. Untuk mencapai ! tujuannya dalam membawa sihir ke dalam dunia yang dengan sendirinya memberikan kuasa penuh kepada setan, seluruh generasi harus diajarkan untuk berpikir seperti penyihir, berbicara seperti penyihir, berpakaian seperti penyihir, dan  bertingkah laku seperti penyihir. Nynyian sihir pada tahun 60-an memulai proyek Lucifer untuk memerangkap pikiran seluruh generasi. Dalam lagu "Sound of Silence" yang dibawakan oleh Paul Simon dan Art Garfunkel, kita diberitahukan adanya benih-benih yang ditinggalkan ketika seluruh generasi tertidur dan visi yang ditanamkan dalam otak saya masih ada.

    Now it is the year 2000. All of the foundations for occultism and witchcraft are in place. The Illuminists have to move quickly, because time is running out. It was the Communist revolutionary Lenin who said, "Give me one generation of youth, and I will transform the entire world." Now an entire generation of youth has been given to a woman named J.K. Rowling and her four books on witchcraft, known as the Harry Potter Series. As a former witch, I can speak with authority when I say that I have examined the works of Rowling and that the Harry Potter books are training manuals for the occult. Untold millions of young people are being taught to think, speak, dress and act like witches by filling their heads with the contents of these books. Children are obsessed with the Harry Potter books that they have left television and video games to read these witchcraft manuals.

    Sekarang adalah tahun 2000. Semua landasan untuk okultisme dan sihir sudah pada tempatnya. Para penyebar ajaran harus bergerak dengan cepat karena waktunya sudah hampir habis. Revolusioner komunis, Lenin, mengatakan "Berikan saya satu generasi muda dan saya mengubah seluruh dunia." Sekarang seluruh generasi mudah sudah diberikan kepada seorang wanita bernama J.K. Rowling dan keempat buku sihirnya yang dikenal sebagai the Harry Potter Series. Sebagai mantan penyihir, saya dapat berbicara dengan otoritas ketika saya berkata bahwa saya telah menguji pekerjaan Rowling dan buku-buku the Harry Potter adalah petunjuk manual bagi penyihir. Tanpa diberitahukan jutaan anak muda sedang diajarkan untuk berpikir, berbicara, berpakaian, dan bertingkah laku seperti penyihir, dengan memenuhi kepalanya dengan isi dari buku-buku tersebut. Anak-anak terobsesi dengan buku-buku the Harry Potter sampai mereka meninggalkan televisi dan video game untuk membaca petunjuk manual.

    The first book of the series, entitled "Harry Potter and the Sorcerer's Stone", finds the orphan, Harry Potter, embarking into a new realm when he is taken to "Hogwart's; School of Witchcraft and Wizardry." At this occult school, Harry Potter learns how to obtain and use witchcraft equipment. Harry also learns a new vocabulary, including words such as "Azkaban", "Circe", "Draco", "Erised", "Hermes", and "Slytherin"; all of which are names of real devils or demons. These are not characters of fiction! How serious is this? By reading these materials, many millions of young people are learning how to work with demon spirits. They are getting to know them by ame. Vast numbers of children professing to be Christians are also filling their hearts and minds, while willingly ignorant parents look the other way. The titles of the books should be warning enough to make us realize how satanic and anti-christ these books are.

     Seri pertama dari buku Harry Potter berjudul "Harry Potter dan Batu Bertuah" mendapatakan seorang yaitu piatu bernama Harry Potter yang mulai memasuki dunia yang baru ketika ia dibawa ke Hogwart's, sekolah ilmu sihir.  Di sekolah okultisme ini, Harry Potter belajar cara untuk mendapatkan dan menggunakan peralatan sihir. Harry juga belajar kosa kata baru termasuk kata-kata seperti "Azkaban", "Circe", "Draco", "Erised", "Hermes", dan "Slytherin"; yang kesemua itu merupakan nama-nama iblis yang sebenarnya. Semua ini bukan karakter fiksi (bohongan)! Seserius apakah hal ini? Dengan membaca materi-materi ini, jutaan orang muda sedang belajar bagaimana caranya bekerja dengan roh-roh iblis. Mereka belajar mengenal roh-roh tersebut secara tidak langsung. Sejumlah besar anak-anak yang merupakan orang kristen juga mengisi hati dan pikiran mereka sementara para orang tua yang cuek melihat hal tersebut dengan cara yang berbeda. Judul-judul dari buku-buku tersebut seharusnya! sudah cukup memperingatkan kita  untuk menyadari betapa buku tersebut adalah buku setan dan antikris.

     The aforementioned title of the first book, "Harry Potter and the Sorcerer's Stone", was a real give away. The second book was called "Harry Potter and the Chamber of Secrets", while the third book was entitled "Harry Potter and the Prisoner of Azkaban." Sadly enough, this blatant witchcraft has been endorsed by well-known and respected "Christian" leaders, such as Dr. James Dobson and Chuck Colson, who have proven themselves to be modern day Judas Iscariots.

     Seperti yang telah disebutkan judul buku yang pertama "Harry Potter dan Batu Bertuah" merupakan sebuah pemberitahuan. Buku kedua disebut dengan nama "Harry Potter dan Kamar Rahasia", sementara buku ketiga diberi judul "Harry Potter dan Tawanan Azkaban". Cukup menyedihkan, sihir yang terang-terangan ini sudah didukung oleh pemimpin umat "kristen" yang cukup dikenal dan dihormati seperti Dr. James Dobson dan Chuck Colson, yang telah membuktikan dirinya sebagai Yudas Iskariot modern.

    Nothing could be more obvious than that Harry Potter books are pure witchcraft and of the devil. The "Christian" leaders, however, defend them by saying that good magic always wins and overcomes evil magic. This is the oldest con game ever hatched out of hell. As a real witch, I learned about the two sides of "the force." Apparently, so do many "Christian" leaders.

    Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa buku-buku Harry Potter adalah murni sihir dan berasal dari iblis. Namun para pemimpin "Kristen" berusaha membelanya dengan mengatakan bahwa sihir yang baik selalu menang atas sihir yang jahat. Ini merupakan tipukan kuno yang ditetaskan (dikeluarkan) oleh neraka. Sebagai penyihir yang sesungguhnya, saya belajar tentang 2 sisi dari "The force" (kekuatan sihir). Para pemimpin "Kristen" juga melakukan hal yang sama secara terang-terangan.

    When real witches have sabats and esbats and meet as a coven, they greet each other by saying "Blessed be", and when they part, they say "The Force be with you." Both sides of this "Force" are Satan. It (sounds like Star Wars!) is not a good side of the force that overcomes the bad side of the force, but rather it's; the blood of Jesus Christ that destroys both supposed sides of the satanic "Force." High level witches believe that there are seven satanic princes and that the seventh, which is assigned to Christians, has no name. In coven meetings, he is called "the nameless one." In the Harry Potter books, there is a character called "Voldemort." The pronunciation guide says of this being "He who must not be named."

     Ketika para penyihir yang sesungguhnya mengadakan acara sabats dan esbats serta bertemu sebagai sebuah perjanjian, mereka saling memberi salam dengan mengatakan  "Diberkatilah" ("Terpujilah") dan ketika berpisah mereka berkata "The Force beserta dengan engkau". Kedua sisi dari "Force" adalah setan. Kedengarannya seperti Star Wars!. Tetapi bukanlah sisi baik dari force yang mengalahkan sisi buruk dari force, melainkan darah Yesus Kristus lah yang menghancurkan kedua sisi dari kekuatan setan. Penyihir tingkat tinggi percaya bahwa ada 7 pangeran setan dan pangeran yang ketujuh, yang ditugaskan untuk (menghancurkan) orang-orang kristen, tidak mempunyai nama. Di dalam pertemuan perjanjian, dia dipanggil dengan sebutan "Yang Tidak Punya Nama". Di dalam buku Harry Potter, terdapat sebuah karakter yang bernama "Voldermort". Kita diajarkan untuk menyebutnya sebagai "Dia Yang Namanya Tidak Boleh Disebutkan".

    On July 8 at midnight, bookstores everywhere were stormed by millions of children to obtain the latest and fourth book of the series known as "Harry Potter and the Goblet of Fire." These books were taken into homes everywhere with a real evil spirit following each copy to curse those homes. July 8th was also the 18th day (three sixes in numerology) from the witches' sabat of midsummer. July 8th was also the 13th day from the signing of the United Religions Charter in San Francisco. Now we have learned that the public school system is planning to use the magic of Harry Potter in the classrooms making the public schools centers of witchcraft training.

    Pada tanggal 8 Juli tengah malam, toko-toko buku dimana-mana diserbu oleh jutaan anak-anak untuk mendapatkan seri terbaru dari buku tersebut, edisi keempat, yang berjudul "Harry Potter dan Piala Api" Buku-buku ini dibawa ke rumah-rumah dengan roh jahat menyertai setiap bukunya untuk  mengutuk rumah-rumah itu. Tanggal 8 Juli juga merupakan hari ke-18 (tiga angka 6 di dalam numerologi / 666) dari sabat pertengahan musim panas para penyihir. Tanggal 8 Juli juga merupakan hari ke-13 dari penandatanganan piagam Agam Bersatu di San Fransisco. Sekarang kita telah mengetahui bahwa sistem sekolah umum sedang direncanakan untuk menggunakan sihir Harry Potter di dalam kelas, menjadikan sekolah-sekolah umum tersebut menjadi pusat latihan sihir.

    What does God have to say about such books as the Harry Potter series? In the Bible in the book of Acts, we read the following in the 19th chapter, verses 18 -20: "And many that believed came, and confessed, and shewed their deeds. Many of them also which used curious arts brought their  books together and burned them before all men: and they counted the price of them, and found it fifty thousand pieces of silver. So mightily grew the Word of God and prevailed." As parents, we will answer to God if we don't allow our children to read witchcraft books. The Word of God will prevail mightily in your life only if such things of Satan are destroyed. This tract has been prayed over, and I hope it has helped you.

    Apa yang telah dikatakan Tuhan tentang buku-buku seperti Harry Potter series? Di dalam Alkitab Kitab Kisah Para Rasul pasal 19 ayat 18-20 dikatakan: "18) Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya,datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka turut melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu. 19) Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak. 20) Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa." Sebagai orang tua, kita akan menjawab panggilan Tuhan jika kita tidak mengijinkan anak-anak kita membaca buku-buku sihir. Firman Tuhan akan berkuasa di dalam hidupmu hanya jika benda-benda setan dihancurkan. Traktat ini telah didoakan dan saya berharap ini dapat menolong Anda.

    If you may be of further assistance, please contact us. Pastor David J. Meyer Published by: Last Trumpet Ministries International PO Box 806 Beaver Dam, WI 53916

    Jika Anda membutuhkan bantuan lebih lanjut, silahkan hubungi kami. Pastor David J. Meyer Diterbitkan oleh: Last Trumpet Ministries International PO Box 806 Beaver Dam, WI 53916

ke atas


JANGAN PERNAH PUTUS ASA 

  Pada suatu saat, Iblis mengiklankan bahwa ia akan mengobral
  perkakas-perkakas kerjanya. Pada hari H, seluruh perkakasnya
  dipajang untuk dilihat calon pembelinya, lengkap dengan harga
  jualnya. Seperti kalau kita masuk ke toko hardware, barang
  yang dijual sungguh menarik, dan semua barang kelihatan
  sangat berguna sesuai fungsinya. Harganyapun tidak mahal.
 
  Barang yang dijual antara lain; Dengki, Iri, Tidak Jujur,
  Tidak Menghargai Orang Lain, Tak Tahu Terima Kasih, Malas,
  Dendam, dan lain-lainnya.
 
  Di suatu pojok display, ada satu perkakas yang bentuknya
  sederhana, sudah agak aus, tetapi harganya sangat tinggi,
  bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan yang lain.
 
  Salah satu calon pembeli bertanya, "Ini alat apa namanya?"
  Iblis menjawab: "Itu namanya Putus Asa"
  "Kenapa harganya mahal sekali, padahal sudah aus?"
  "Ya, karena perkakas ini sangat mudah dipakai dan berdaya
  guna tinggi. Saya bisa dengan mudah masuk ke dalam hati
  manusia dengan alat ini dibandingkan dengan alat lain. Begitu
  saya berhasil masuk ke dalam hati manusia, saya dengan sangat
  mudah melakukan apa saja yang saya inginkan terhadap manusia
  tersebut. Barang ini menjadi aus karena saya sering mengguna-
  kannya kepada hampir semua orang, karena kebanyakan manusia
  tidak tahu kalau Putus Asa itu milik saya".

ke atas


Show me Thy way 

Jikalau engkau tidak sabar, duduklah dengan tenang dan bicaralah dengan Ayub.
Jikalau engkau agak sedikit keras kepala, pergi dan temui Musa
Jikalau engkau mulai kecut, pandanglah baik-baik kepada Elia.
Jikalau tidak ada nyanyian dalam hatimu dengarkanlah Mazmur Daud
Jikalau engkau seorang yang suka peraturan, bacalah tentang Daniel
Jikalau engkau bertambah kotor, pergunakanlah beberapa saat dengan Yesaya.
Jikalau Imanmu tampak menurun, Bacalah tentang Paulus.
Jikalau engkau menjadi malas, Pelajarilah tentang Yacobus
Jikalau engkau tidak dapat MEMANDANG MASA DEPAN, naiklah anak tangga Wahyu dan pandanglah sekejap TANAH PERJANJIAN.

Frangky Watulingas, Timika,

ke atas


JUJUR DENGAN ALLAH
 
Jangan mengatakan BAPA
 kalau sehari-hari tidak berlaku sebagai anak
Jangan mengatakan KAMI
 kalau engkau hidup tersendiri dalam egoismemu
Jangan mengatakan YANG ADA DI SURGA
 kalau hanya memikirkan hal-hal duniawi
Jangan mengatakan DIMULIAKANLAH NAMAMU
 kalau tidak menghormatiNya
Jangan mengatakan TERJADILAH KEHENDAKMU
 kalau tidak mau menerimanya bila ternyata adalah berat
 dan pahit
Jangan mengatakan BERILAH KAMI REJEKI PADA HARI INI 
 kalau tidak prihatin akan mereka yang lapar, orang buta
 huruf dan tanpa harapan untuk besok
Jangan mengatakan AMPUNILAH KESALAHAN KAMI
 kalau masih menyimpan kebencian terhadap saudaramu
Jangan mengatakan JANGANLAH KAMI BIARKAN JATUH DALAM PERCOBAAN
 kalau masih bermaksud berbuat dosa
Jangan mengatakan BEBASKANLAH KAMI DARI YANG JAHAT
 kalau tidak berani mengambil posisi melawan kejahatan
Jangan mengatakan AMEN
 kalau tidak menganggap serius setiap kata doamu BAPA
 KAMI

ke atas

 

 

| Halaman Depan | Informasi GIKI | Sharing | Warta Jemaat  | Suara Sinode | Renungan | Album Foto | Kesaksian | Links | Buku Tamu | Lain-lain |
Copyright © 2002 -toindo.net.