|
Lain-lain
Kata-kata Bijaksana
Salt, when dissolved in water, may disappear,
but it does not cease to exist.
We can be sure of its presence by tasting the water.
Likewise, the indwelling Christ, though unseen,
will be made evident to others from the love which
he imparts to us.
Sadhu Sundar Singh
(Garam, ketika dilarutkan dalam
air, mungkin ia tidak kelihatan, tetapi ia
tetap ada. Kita dapat memastikan keberadaannya dengan
mengecap air
tersebut. Begitu juga, berdiamnya Kristus dalam seseorang,
meskipun tidak terlihat, namun dibuktikan melalui
kasih kepada orang lain yang mengalir dari diri kita.
)
None can become fit for the future life,
who hath not practiced himself for it now.
St. Augustine
(Tidak ada seseorangpun yang
layak untuk kehidupan di masa datang, bila tidak melatihnya
sejak saat ini.)
We take nothing to the grave with us,
but a good or evil conscience...
It is true, terrors of conscience cast us down; and
yet without terrors
of conscience we cannot be raised up again.
Samuel Rutherford
(Kita tidak membawa sesuatu
apapun ke dalam kubur, kecuali hati nurani yang baik
atau buruk .... Memang benar, teror terhadap hati
nurani membuat kita tertunduk sedih, tetapi tanpa
itu, kita ttidak bisa dibangkitkan kembali.)
The last and highest result of prayer is not the
securing of this or that gift, the avoiding of
this or that danger. The last and highest result
of prayer is the knowledge of God -- the
knowledge which is eternal life -- and by that
knowledge, the transformation of human
character, and of the world.
George John Blewett
(Hasil yang terakhir dan tertinggi
dari sebuah doa bukanlah untuk
mendapatkan seuatu pemberian, bukan juga terhindarnya
diri kita dari bahaya ini atau bahaya itu. Hasil yang
terakhir dan tertinggi dari sebuah doa adalah pengenalan
akan Allah -- suatu pengetahuan kehidupan kekal -
dan melalui pengetahuan itu tabiat manusia dan dunia
diubahkan.)
ke
atas
Harry Potter
dikirim oleh Sera Fim |
 |
Ini saya kebagian lagi foward dari teman mengenai artikel
harry potter, dan saya pengen bagi-bagi
Traktat ini saya terima dari teman saya. Saya berusaha
menterjemahkan traktat ini dengan harapan dapat membantu
teman-teman yang mungkin enggan untuk membaca artikel
dalam bahasa Inggris ataupun teman-teman yang tidak kurang
memiliki kemampuan berbahasa Inggris. Jika terjemahan
ini terdapat kesalahan, harap teman-teman dapat
memperbaikinya. Saya berharap traktat ini dapat
disebar-luaskan agar seluruh bangsa dapat disadarkan
dari tipu muslihat iblis. Semoga menjadi
berkat.
About
Harry Potter
Written by a former witch
Tentang Harry Potter
Ditulis oleh mantan penyihir
I am writing this urgent message because I was once
a witch. I lived by the stars as an astrologer
and numerologist casting horoscopes and spells. I lived
in the mysterious and shadowy realm of the occult. By
means of spells and magic, I was able to invoke
the powers of the "controlling unknown" and fly
upon the night winds transcending the astral plane.
Halloween was my favorite time of the year and
I was intrigued and absorbed in the realm of Wiccan
witchcraft.
Saya menulis pesan penting ini karena saya dulunya adalah
seorang penyihir. Saya hidup dari bintang-bintang
sebagai seorang ahli nujum dan peramal horoskop
dan mantera-mantera. Saya tinggal di dunia misterius
dan bayangan sihir. Dengan menggunakan mantera
dan magic, saya dapat meminta kekuatan dari penguasa
yang tak dikenal dan terbang di malam hari melintasi
pesawat angkasa. Halloween adalah waktu favorite
setiap tahunnya dan saya tertarik dan terpikat
dengan dunia sihir Wiccan.
All of this was happening in the decade of the 1960's;
when witchcraft was just starting to come out of
the broom closet. It was during that decade of the
1960's; in the year 1966, that a woman named J.K. Rowling
was born. This is the woman who has captivated
the world in this year of 2000 with four books
known as the "Harry Potter Series." These
books are orientational and instructional manuals
of witchcraft woven into the format of entertainment. These
four books by J.K. Rowling teach witchcraft! I know
this because I was once very much a part of that
world.
Semua ini terjadi pada dekade tahun 1960-an, ketika
sihir baru saja keluar dari lemari sapu. Sepanjang
decade 1960-an, pada tahun 1966, seorang wanita yang
bernama J.K. Rowling dilahirkan. Wanita ini telah memikat
dunia di tahun 2000 dengan 4 buku yang dikenal
dengan nama "Harry Potter series". Buku-buku
adalah orientasi dan petunjuk manual bagi penyihir,
dikemas ke dalam bentuk hiburan. Keempat buku ini
oleh J.K. Rowling ditujukan untuk mengajar sihir.
Saya mengetahui hal ini karena saya pernah menjadi bagian dari
dunia tersebut.
Witchcraft was very different in the 1960's;. There
were a lot fewer witches, and the craft was far
more secretive. At the end of that spiritually
troubled decade, I was miraculously saved by the
power of Jesus Christ and His saving blood. I was
also delivered from every evil spirit that lived
in me and was set free. However, as I began to attend
fundamental Christian churches, I realized that
even there witchcraft had left its mark. Pagan
holidays and sabats were celebrated as "Christian
holidays." As time went on, I watched the
so-called "Christian" churches compromising
and unifying. I also watched with amazement as
teachings from Eastern religions and "New
Age" doctrine began to captivate congregations.
It was a satanic set-up, and I saw it coming. Illuministic
conspirators were bringing forth a one-world religion
with a cleverly concealed element of occultism interwoven in
its teachings. In order to succeed in bringing witchcraft
to the world and thus comp! lete satanic control,
an entire generation would have to be induced and
taught to think like witches, talk like witches, dress
like witches, and act like witches. The occult
songs of the 1960's; launched the Luciferian project
of capturing the minds of an entire generation. In the song
"Sound Of Silence" by Paul Simon and Art Garfunkel,
we were told of seeds that were left while an entire
generation was sleeping, and that the "vision
that was planted in my brain still remains."
Sihir sangat berbeda pada tahun 60-an. Jumlahnya sedikit
dan hasil sihirnya sangat rahasia. Pada akhir dekade
yang penuh masalah spiritual, saya secara ajaib
diselamatkan oleh kuasa Yesus Kristus dan dan darah-Nya
yang menyelamatkan. Saya juga dilepaskan dari setiap
roh jahat yang tinggal di dalam saya. Ketika saya
mulai menghadiri kebaktian-kebaktian gereja, saya menyadari
bahwa di sana pun penyihir telah meniggalkan tandanya.
Pagan holiday dan sabat dirayakan sebagai hari
raya orang kristen. Dengan berjalannya waktu, saya
menyaksikan gereja-gereja kristen berkompromi dan bersatu.
Saya juga menyaksikan dengan kagum ajaran-ajaran agama
timur dan doktrin "Zaman Baru" mulai
memiliki jemaat. Semua itu didirikan oleh kuasa setan
dan saya melihatnya (ajaran timur) datang. Penyebar
ajaran tersebut membawa agama universal / agama
yang berlaku di seluruh dunia (one-world religion)
dengan element sihir tersembunyi di dalam ajaran-ajarannya
secara cerdik. Untuk mencapai ! tujuannya dalam
membawa sihir ke dalam dunia yang dengan sendirinya
memberikan kuasa penuh kepada setan, seluruh generasi harus
diajarkan untuk berpikir seperti penyihir, berbicara
seperti penyihir, berpakaian seperti penyihir,
dan bertingkah laku seperti penyihir. Nynyian sihir
pada tahun 60-an memulai proyek Lucifer untuk memerangkap
pikiran seluruh generasi. Dalam lagu "Sound
of Silence" yang dibawakan oleh Paul Simon
dan Art Garfunkel, kita diberitahukan adanya benih-benih
yang ditinggalkan ketika seluruh generasi tertidur
dan visi yang ditanamkan dalam otak saya masih
ada.
Now it is the year 2000. All of the foundations for
occultism and witchcraft are in place. The Illuminists
have to move quickly, because time is running out.
It was the Communist revolutionary Lenin who said, "Give
me one generation of youth, and I will transform
the entire world." Now an entire generation
of youth has been given to a woman named J.K. Rowling
and her four books on witchcraft, known as the
Harry Potter Series. As a former witch, I can speak
with authority when I say that I have examined the works of
Rowling and that the Harry Potter books are training
manuals for the occult. Untold millions of young
people are being taught to think, speak, dress
and act like witches by filling their heads with the
contents of these books. Children are obsessed
with the Harry Potter books that they have left television
and video games to read these witchcraft manuals.
Sekarang adalah tahun 2000. Semua landasan untuk okultisme
dan sihir sudah pada tempatnya. Para penyebar ajaran
harus bergerak dengan cepat karena waktunya sudah
hampir habis. Revolusioner komunis, Lenin, mengatakan "Berikan
saya satu generasi muda dan saya mengubah seluruh dunia."
Sekarang seluruh generasi mudah sudah diberikan
kepada seorang wanita bernama J.K. Rowling dan
keempat buku sihirnya yang dikenal sebagai the Harry
Potter Series. Sebagai mantan penyihir, saya dapat
berbicara dengan otoritas ketika saya berkata bahwa
saya telah menguji pekerjaan Rowling dan buku-buku the Harry
Potter adalah petunjuk manual bagi penyihir. Tanpa diberitahukan jutaan
anak muda sedang diajarkan untuk berpikir, berbicara,
berpakaian, dan bertingkah laku seperti penyihir,
dengan memenuhi kepalanya dengan isi dari buku-buku
tersebut. Anak-anak terobsesi dengan buku-buku the Harry
Potter sampai mereka meninggalkan televisi dan
video game untuk membaca petunjuk manual.
The first book of the series, entitled "Harry Potter
and the Sorcerer's Stone", finds the orphan,
Harry Potter, embarking into a new realm when he is
taken to "Hogwart's; School of Witchcraft and Wizardry." At
this occult school, Harry Potter learns how to
obtain and use witchcraft equipment. Harry also
learns a new vocabulary, including words such as "Azkaban", "Circe",
"Draco", "Erised", "Hermes",
and "Slytherin"; all of which are names
of real devils or demons. These are not characters of
fiction! How serious is this? By reading these
materials, many millions of young people are learning
how to work with demon spirits. They are getting to
know them by ame. Vast numbers of children professing
to be Christians are also filling their hearts
and minds, while willingly ignorant parents look the other
way. The titles of the books should be warning enough
to make us realize how satanic and anti-christ
these books are.
Seri pertama dari buku Harry Potter berjudul "Harry
Potter dan Batu Bertuah" mendapatakan seorang
yaitu piatu bernama Harry Potter yang mulai memasuki dunia
yang baru ketika ia dibawa ke Hogwart's, sekolah ilmu
sihir. Di sekolah okultisme ini, Harry Potter
belajar cara untuk mendapatkan dan menggunakan
peralatan sihir. Harry juga belajar kosa kata baru termasuk kata-kata
seperti "Azkaban", "Circe", "Draco",
"Erised", "Hermes", dan "Slytherin";
yang kesemua itu merupakan nama-nama iblis yang sebenarnya. Semua
ini bukan karakter fiksi (bohongan)! Seserius apakah
hal ini? Dengan membaca materi-materi ini, jutaan
orang muda sedang belajar bagaimana caranya bekerja
dengan roh-roh iblis. Mereka belajar mengenal roh-roh tersebut
secara tidak langsung. Sejumlah besar anak-anak yang
merupakan orang kristen juga mengisi hati dan pikiran
mereka sementara para orang tua yang cuek melihat
hal tersebut dengan cara yang berbeda. Judul-judul dari buku-buku
tersebut seharusnya! sudah cukup memperingatkan kita
untuk menyadari betapa buku tersebut adalah buku
setan dan antikris.
The aforementioned title of the first book, "Harry
Potter and the Sorcerer's Stone", was a real
give away. The second book was called "Harry Potter
and the Chamber of Secrets", while the third
book was entitled "Harry Potter and the Prisoner
of Azkaban." Sadly enough, this blatant witchcraft has
been endorsed by well-known and respected "Christian"
leaders, such as Dr. James Dobson and Chuck Colson,
who have proven themselves to be modern day Judas
Iscariots.
Seperti yang telah disebutkan judul buku yang pertama
"Harry Potter dan Batu Bertuah" merupakan
sebuah pemberitahuan. Buku kedua disebut dengan nama "Harry
Potter dan Kamar Rahasia", sementara buku ketiga
diberi judul "Harry Potter dan Tawanan Azkaban".
Cukup menyedihkan, sihir yang terang-terangan ini
sudah didukung oleh pemimpin umat "kristen"
yang cukup dikenal dan dihormati seperti Dr. James
Dobson dan Chuck Colson, yang telah membuktikan dirinya
sebagai Yudas Iskariot modern.
Nothing could be more obvious than that Harry Potter
books are pure witchcraft and of the devil. The
"Christian" leaders, however, defend them by
saying that good magic always wins and overcomes evil
magic. This is the oldest con game ever hatched
out of hell. As a real witch, I learned about the
two sides of "the force." Apparently, so do
many "Christian" leaders.
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa buku-buku Harry Potter
adalah murni sihir dan berasal dari iblis. Namun
para pemimpin "Kristen" berusaha membelanya dengan
mengatakan bahwa sihir yang baik selalu menang atas
sihir yang jahat. Ini merupakan tipukan kuno yang
ditetaskan (dikeluarkan) oleh neraka. Sebagai penyihir
yang sesungguhnya, saya belajar tentang 2 sisi dari
"The force" (kekuatan sihir). Para pemimpin
"Kristen" juga melakukan hal yang sama secara
terang-terangan.
When real witches have sabats and esbats and meet as
a coven, they greet each other by saying "Blessed
be", and when they part, they say "The Force be
with you." Both sides of this "Force"
are Satan. It (sounds like Star Wars!) is not a
good side of the force that overcomes the bad side of
the force, but rather it's; the blood of Jesus
Christ that destroys both supposed sides of the
satanic "Force." High level witches believe
that there are seven satanic princes and that the
seventh, which is assigned to Christians, has no
name. In coven meetings, he is called "the nameless
one." In the Harry Potter books, there is
a character called "Voldemort." The pronunciation
guide says of this being "He who must not be named."
Ketika para penyihir yang sesungguhnya mengadakan acara
sabats dan esbats serta bertemu sebagai sebuah
perjanjian, mereka saling memberi salam dengan mengatakan
"Diberkatilah" ("Terpujilah") dan
ketika berpisah mereka berkata "The Force
beserta dengan engkau". Kedua sisi dari "Force"
adalah setan. Kedengarannya seperti Star Wars!.
Tetapi bukanlah sisi baik dari force yang mengalahkan
sisi buruk dari force, melainkan darah Yesus Kristus
lah yang menghancurkan kedua sisi dari kekuatan
setan. Penyihir tingkat tinggi percaya bahwa ada
7 pangeran setan dan pangeran yang ketujuh, yang ditugaskan
untuk (menghancurkan) orang-orang kristen, tidak mempunyai
nama. Di dalam pertemuan perjanjian, dia dipanggil
dengan sebutan "Yang Tidak Punya Nama".
Di dalam buku Harry Potter, terdapat sebuah karakter
yang bernama "Voldermort". Kita diajarkan
untuk menyebutnya sebagai "Dia Yang Namanya Tidak
Boleh Disebutkan".
On July 8 at midnight, bookstores everywhere were stormed
by millions of children to obtain the latest and
fourth book of the series known as "Harry Potter
and the Goblet of Fire." These books were taken
into homes everywhere with a real evil spirit following
each copy to curse those homes. July 8th was also
the 18th day (three sixes in numerology) from the witches'
sabat of midsummer. July 8th was also the 13th
day from the signing of the United Religions Charter
in San Francisco. Now we have learned that the public school
system is planning to use the magic of Harry Potter
in the classrooms making the public schools centers
of witchcraft training.
Pada tanggal 8 Juli tengah malam, toko-toko buku dimana-mana
diserbu oleh jutaan anak-anak untuk mendapatkan
seri terbaru dari buku tersebut, edisi keempat,
yang berjudul "Harry Potter dan Piala Api"
Buku-buku ini dibawa ke rumah-rumah dengan roh
jahat menyertai setiap bukunya untuk mengutuk rumah-rumah
itu. Tanggal 8 Juli juga merupakan hari ke-18 (tiga
angka 6 di dalam numerologi / 666) dari sabat pertengahan
musim panas para penyihir. Tanggal 8 Juli juga
merupakan hari ke-13 dari penandatanganan piagam Agam Bersatu
di San Fransisco. Sekarang kita telah mengetahui bahwa
sistem sekolah umum sedang direncanakan untuk menggunakan
sihir Harry Potter di dalam kelas, menjadikan sekolah-sekolah
umum tersebut menjadi pusat latihan sihir.
What does God have to say about such books as the Harry
Potter series? In the Bible in the book of Acts,
we read the following in the 19th chapter, verses
18 -20: "And many that believed came, and confessed,
and shewed their deeds. Many of them also which
used curious arts brought their books together
and burned them before all men: and they counted the
price of them, and found it fifty thousand pieces
of silver. So mightily grew the Word of God and
prevailed." As parents, we will answer to God if
we don't allow our children to read witchcraft
books. The Word of God will prevail mightily in your
life only if such things of Satan are destroyed. This
tract has been prayed over, and I hope it has helped
you.
Apa yang telah dikatakan Tuhan tentang
buku-buku seperti Harry Potter series? Di dalam
Alkitab Kitab Kisah Para Rasul pasal 19 ayat 18-20 dikatakan:
"18) Banyak di antara mereka yang telah menjadi
percaya,datang dan mengaku di muka umum, bahwa
mereka turut melakukan perbuatan-perbuatan seperti
itu. 19) Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan
sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya
di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu
ditaksir lima puluh ribu uang perak. 20) Dengan jalan ini
makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa."
Sebagai orang tua, kita akan menjawab panggilan
Tuhan jika kita tidak mengijinkan anak-anak kita
membaca buku-buku sihir. Firman Tuhan akan berkuasa
di dalam hidupmu hanya jika benda-benda setan dihancurkan.
Traktat ini telah didoakan dan saya berharap ini
dapat menolong Anda.
If you may be of further assistance, please contact
us. Pastor David J. Meyer Published by: Last Trumpet
Ministries International PO Box 806 Beaver Dam,
WI 53916
Jika Anda membutuhkan bantuan lebih lanjut, silahkan
hubungi kami. Pastor David J. Meyer Diterbitkan
oleh: Last Trumpet Ministries International PO Box
806 Beaver Dam, WI 53916
ke
atas
JANGAN PERNAH PUTUS ASA
Pada suatu saat, Iblis mengiklankan
bahwa ia akan mengobral
perkakas-perkakas kerjanya. Pada hari H, seluruh
perkakasnya
dipajang untuk dilihat calon pembelinya, lengkap
dengan harga
jualnya. Seperti kalau kita masuk ke toko hardware,
barang
yang dijual sungguh menarik, dan semua barang
kelihatan
sangat berguna sesuai fungsinya. Harganyapun
tidak mahal.
Barang yang dijual antara lain; Dengki, Iri,
Tidak Jujur,
Tidak Menghargai Orang Lain, Tak Tahu Terima
Kasih, Malas,
Dendam, dan lain-lainnya.
Di suatu pojok display, ada satu perkakas yang
bentuknya
sederhana, sudah agak aus, tetapi harganya sangat
tinggi,
bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan yang lain.
Salah satu calon pembeli bertanya, "Ini
alat apa namanya?"
Iblis menjawab: "Itu namanya Putus Asa"
"Kenapa harganya mahal sekali, padahal sudah
aus?"
"Ya, karena perkakas ini sangat mudah dipakai
dan berdaya
guna tinggi. Saya bisa dengan mudah masuk ke
dalam hati
manusia dengan alat ini dibandingkan dengan alat
lain. Begitu
saya berhasil masuk ke dalam hati manusia, saya
dengan sangat
mudah melakukan apa saja yang saya inginkan terhadap
manusia
tersebut. Barang ini menjadi aus karena saya
sering mengguna-
kannya kepada hampir semua orang, karena kebanyakan
manusia
tidak tahu kalau Putus Asa itu milik saya".
ke
atas
Show
me Thy way
Jikalau engkau tidak sabar,
duduklah dengan tenang dan bicaralah dengan Ayub.
Jikalau engkau agak sedikit
keras kepala, pergi dan temui Musa
Jikalau engkau mulai kecut,
pandanglah baik-baik kepada Elia.
Jikalau tidak ada nyanyian
dalam hatimu dengarkanlah Mazmur Daud
Jikalau engkau seorang
yang suka peraturan, bacalah tentang Daniel
Jikalau engkau bertambah
kotor, pergunakanlah beberapa saat dengan Yesaya.
Jikalau Imanmu tampak menurun,
Bacalah tentang Paulus.
Jikalau engkau menjadi
malas, Pelajarilah tentang Yacobus
Jikalau engkau tidak dapat
MEMANDANG MASA DEPAN, naiklah anak tangga Wahyu dan
pandanglah sekejap TANAH PERJANJIAN.
Frangky Watulingas, Timika,
ke
atas
JUJUR DENGAN
ALLAH
Jangan mengatakan BAPA
kalau sehari-hari tidak berlaku sebagai anak
Jangan mengatakan KAMI
kalau engkau hidup tersendiri dalam egoismemu
Jangan mengatakan YANG ADA DI SURGA
kalau hanya memikirkan hal-hal duniawi
Jangan mengatakan DIMULIAKANLAH NAMAMU
kalau tidak menghormatiNya
Jangan mengatakan TERJADILAH KEHENDAKMU
kalau tidak mau menerimanya bila ternyata adalah
berat
dan pahit
Jangan mengatakan BERILAH KAMI REJEKI PADA HARI
INI
kalau tidak prihatin akan mereka yang lapar,
orang buta
huruf dan tanpa harapan untuk besok
Jangan mengatakan AMPUNILAH KESALAHAN KAMI
kalau masih menyimpan kebencian terhadap saudaramu
Jangan mengatakan JANGANLAH KAMI BIARKAN JATUH
DALAM PERCOBAAN
kalau masih bermaksud berbuat dosa
Jangan mengatakan BEBASKANLAH KAMI DARI YANG JAHAT
kalau tidak berani mengambil posisi melawan
kejahatan
Jangan mengatakan AMEN
kalau tidak menganggap serius setiap kata doamu
BAPA
KAMI
ke
atas
|