|
SIKAP ORANG SALEH MENGHADAPI ANCAMAN
2Tawarikh 20:1-19
Kesalehan
berperanan besar dalam ketepatan bersikap dan bertindak
mengatasi ancaman. Mendengar tentang komplotan yang akan
menyerang Yehuda, Yosafat tidak panik meskipun takut (ayat
3). Ia tidak mulai dengan langkah-langkah taktis militer.
Langkah pertamanya adalah keyakinan -- bukan tindakan --
keyakinan dasar penting tentang realitas, bahwa segala
sesuatu ada dalam kendali tangan Allah. Dari keyakinan
itu lahirlah langkah-langkah Yosafat mencari pimpinan
Tuhan, mengerahkan rakyat berpuasa dan ia sendiri
memimpin doa massal (ayat 4, 5).
Doanya dimulai
dengan mengakui fakta yang sering orang lupakan, yaitu
bahwa kendatipun tidak terlihat, Allah aktif mengatur
seisi realitas dari surga sampai ke bumi. Allah berkuasa
penuh dan semua kuasa di bumi ini takluk dan tunduk pada
kehendak Tuhan (ayat 6). Ia juga mengingat ulang bahwa
sesuai perjanjian-Nya, Allah sendiri telah menetapkan
keumatan mereka (ayat 7-8), dan atas dasar hubungan
perjanjian itulah perlindungan Allah atas umat terjadi (ayat
9). Doa adalah kesempatan untuk mengakui realitas
sebagaimana adanya; bahwa ancaman itu sedemikian serius
(ayat 10-11) dan bahwa umat Tuhan itu sendiri sangat
lemah (ayat 12). Allah mendengar dan berespons terhadap
doa. Yahaziel, yang artinya adalah visi dari Allah,
bernubuat membentangkan visi prinsipiil bahwa perang itu
adalah perang Allah. Karena itu, kemenangan sudah
terlihat meski saat itu bahaya masih ganas mengancam (ayat
13-17).
Renungkan: Puasa
dan doa bukan sekadar cara. Keduanya Yosafat lakukan
dengan memperhatikan kebenaran teologis yang dikenalnya
dalam firman Allah. Tanpa pemahaman kebenaran dan
hubungan yang nyata dengan Tuhan, keduanya sia-sia.
|